Monday, 28 September 2015

Penyakit Yang Timbul Saat Jadi Pengantin Baru

Waspada! Penyakit Ini Menyerang Pengantin Baru.


Bulan madu atau honeymoon menggambarkan suasana cinta antara suami dan istri yang demikian menggebu dan menyala, yang biasa tampak pada pengantin baru. Mereka menikmati gairah asmara yang sangat membara, yang membuat mereka terbuai dalam aktivitas roman yang seakan tidak berkesudahan. Mereka melakukan aktivitas yang sangat romantis dan selalu menyenangkan. Dunia seakan menjadi milik mereka berdua, orang lain hanya menumpang saja di dunia milik mereka itu.


Bulan madu biasanya langsung dilakukan pengantin baru setelah menikah. Namun, tahukah Anda bahwa ada penyakit yang menyerang pengantin baru? Penyakit yang dinamai honeymoon cystitis ini pun lebih banyak dialami pengantin wanita.

Tanda-tanda yang timbul adalah rasa seperti terbakar dan rasa nyeri saat buang air kecil, urine berwarna keruh atau bahkan berwarna merah, dan nyeri di bagian atas tulang pubis (tempat tumbuhnya rambut kemaluan).

Honeymoon cystitis adalah peradangan saluran kemih bagian bawah yang biasanya terjadi saat bulan madu atau pasangan muda yang baru menikah. Peradangan tersebut biasanya terjadi saat berhubungan intim, di mana bakteri dari saluran kelamin dan anus terdorong ke saluran kemih.

Peradangan tersebut disebabkan bakteri Escherichia coli yang umumnya hidup di usus besar,  kemudian menyusup ke saluran kencing dan memicu terjadinya honeymoon cystitis. Jari yang tidak dibersihkan dan tidak membersihkan organ intim sebelum dan sesudah berhubungan seksual juga memicu perpindahan bakteri. 

Oleh karena itu, sebelum penyakit tersebut menyerang Anda dan tentunya akan mengganggu aktivitas seksual Anda bersama pasangan, sebaiknya lakukan beberapa pencegahan berikut ini :

1.    Tetap menjaga kebersihan organ intim Anda dan pasangan.
2.    Buang air kecil setelah berhubungan seksual untuk membuang bakteri.
3.    Sebelum dan sesudah berhubungan seksual, pastikan kandung kemih Anda kosong alias buang air kecil terlebih dulu.
4.    Perbanyak minum air putih, yaitu sebanyak delapan hingga sepuluh gelas per hari.
5.    Konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.


Sumber : dr. Femmy Nurul Akbar, SpPD  www.meetdoctor.com

No comments:

Post a Comment