Friday, 20 November 2015

Ayo Menulis...(Writing is Fun, Menulis itu Menyenangkan)




 


Menulis adalah aktivitas membosankan bagi sebagaian orang. Namun menulis tanpa membaca ibarat kacang tanpa isi alias kopong. Menulis memerlukan persiapan, bahkan saat Sekolah Dasar (SD) kita sudah diajarkan untuk membuat kerangka karangan. Tujuannya adalah supaya tulisan kita terarah. Namun metode tersebut jangan jadikan alasan untuk malas menulis. Lahirnya media baru seperti blog, micro blog, sosial media, dan media lainnya bisa mewadahi uneg-uneg dan pikiran penulis tanpa harus dikekang oleh aturan-aturan baku. Biasakanlah menulis dari hal-hal yang kita senangi. Tuliskan pikiran-pikiran kita, lihat fenomena sekeliling, tuangkan dalam bentuk tulisan. Intinya, semakin kita sering menulis, otomatis akan menjadi kebiasaan atau habit.
Setelah mencapai tataran yang lebih tinggi barulah pelan-pelan buat tulisan yang sedikit formal, gunakan bahasa yang baku. Sampai pada akhirnya kita bisa membuat artikel yang berkualitas. Pada tataran ini penulis biasanya dituntut lebih, bukan sekedar opini tetapi sudah mulai melihat fakta-fakta yang real atau kongkrit untuk mendukung tulisannya. Jujur saja sampai detik ini, saat tulisan ini saya buat, sayapun belum mencapai tataran ini. Bahkan mungkin akan sulit. Tetapi buat saya, just do it saja, yang penting menulis. Buat saya mengeluarkan uneg-uneg melalui tulisan itu lebih enak. Dibaca orang syukur, tidak dibaca juga tidak masalah. Faktanya adalah perasaan menjadi lega.
Penulis yang handal bukan semata karena ia memiliki bakat, tetapi itu hanya soal kebiasaan dan kemauan. Siapapun pasti bisa menulis. Penyakit paling parah yang menghalangi menulis adalah ‘MALAS’ tidak ‘MOOD’ dan lain sebagainya. Jika penyakit ini tidak diatasi, ya sudah. Jangan berharap bisa menjadi penulis yang bagus.
Ide-ide dalam bisa muncul melalui beberapa cara. Contoh paling gampang adalah jalan-jalan di mall, tempat rekreasi, membaca dan menonton berita, perjalanann ke kantor, dan lain sebagainya. Intinya banyak referensi menulis dapat kita temukan dimanapun kapanpun. Usahakan saat menulis pikiran benar-benar tenang, rileks, dan buat catatan kecil dari perjalanan atau aktivitas seharian. Jika perlu alokasikan waktu tersendiri untuk menulis setiap hari. Seorang akrobatikpun tidak bisa serta merta menjadi mahir. Mereka perlu waktu, berlatih secara konsisten dan terus menerus hingga menjadi ahli. Hal ini juga berlaku dalam menulis. Lama kelamaan menulis menjadi kebutuhan, menulis menjadi aktivitas yang menyenangkan. Sampai di sini saja tulisannya, kapan-kapan sambung lagi kalau ada topik yang relevan.

Apa sih menulis itu . . . ?

          Menulis adalah pekerjaan yang paling murah, efektif dan bahkan gratis untuk mendapatkan banyak kesuksesan. Menulis adalah cara manusia sejak zaman purba mewariskan petunjuk-petunjuk dalam kehidupan. Dan sesungguhnya manusia sudah dibekali naluri untuk menulis. 

          Kita menulis untuk mempertinggi kepedulian kita pada hidup. Kita menulis untuk merasakan lagi kehidupan kita, dalam sebuah kenangan kembali. Kita menulis agar kita mampu meraih hidup yang lebih bermakna, untuk meraih apa yang ada dibaliknya, untuk mengajarkan kita bagaimana berbicara pada orang lain. -Anais Nin-

Apa arti menulis bagi Anda . . . ?
·                Bagiku menulis adalah berkarya terampil untuk menyampaikan pesan secara baik dan tepat kepada masyarakat.
·                Bagiku menulis merupakan dunia petualangan yang sungguh indah.
·                Bagiku menulis merupakan salah satu cara untuk mendapatkan kesuksesanku kelak.
·                Bagiku menulis adalah salah satu sarana untuk mengubah negeriku menjadi lebih baik.
·                Bagiku menulis merupakan salah satu sarana untuk mendakwahkan agama kepada masyarakat, dll.

Mengapa harus menulis . . . ?

          Dengan menulis kita bisa menyebarkan ilmu pengetahuan, berpartisipasi pada pengembangan kehidupan, mengusung gagasan/penyelesaian suatu masalah melalui (media) tulisan. Dan Sungguh banyak lagi manfaat dari kegiatan ‘menulis’ yang tak bisa disebutkan satu-persatu disini. Menjadi penulis bisa membuat diri kita bahagia dan membahagiakan orang lain. 

Menulis apa . . . ? 

          Apa saja, apa adanya untuk kemudian pada tahap selanjutnya kita bisa lebih kreatif mencari hal-hal yang lebih inovatif. Orang-orang yang gemar menulis biasanya memiliki kualitas pemikiran yang lebih baik. Mengapa ? karena ada tiga proses yang membedakan kerja otak penulis daripada yang hanya menyerap ilmu melalui bacaan dan pendengaran. Dengan menulis seseorang akan :

1.         Memiliki daya ingat yang lebih kuat, karena saat menulis merupakan bagian dari proses mengingat serta mematangkan ingatan.
2.         Memiliki proses penyaringan antara sesuatu yang primer dan yang sekunder sehingga kemudian mendapatkan esensi ilmu pengetahuan secara lebih sederhana.
3.         Tertuntut agar selalu membuka wawasan pemikiran, karena saat menulis akan selalu disadarkan dengan kekurangan ilmu dalam otak.



Lantas, Bagaimana cara saya agar bisa menulis dengan baik . . . ?

          Menulis bukanlah pekerjaan milik orang tertentu yang hanya bisa dilakukan oleh orang yang bertakdir (berbakat). Menulis adalah aktivitas manusiawi, pekerjaan yang patut dikerjakan siapa saja.
Pikiran bisa diasah dengan tiga cara yang umum, yakni kemauan belajar praktis, rajin membaca dan selalu bergaul dengan mereka yang sudah mahir menulis. Jangan katakan tak mampu manakala belum mencoba. Jangan berhenti melakukan manakala belum berhasil

          Kreatif menulis itu butuh proses. Selain proses waktu, juga butuh keuletan tersendiri. Bekal utamanya ialah kemauan, ketekunan, kesabaran dan kecerdasan. Niat/kemauan adalah bekal paling utama, sedangkan tekun artinya selalu istiqamah dalam mengerjakan sesuatu walaupun melewati berbagai macam kesulitan. Sabar artinya tahan untuk berproses dalam jangka waktu yang panjang, dan cerdas artinya harus siap menjadi pembelajar sepanjang hidup.

          Semua hal tersebut bisa diketahui, bisa dipelajari dan bisa diwujudkan selama kita memiliki tekad untuk berhasil. Ada banyak cara untuk menjadi manusia pembelajar terkait dengan profesi seorang penulis. Bisa secara otodidak, rajin ikut pelatihan, hobi diskusi dengan para senior dan teman-teman, membaca buku karya orang lain, dan belajar hidup dan kehidupan dari para penulis senior.

          Nunggu apa lagi, ayo segera menulis . . . mungkin Anda sangat berbakat dalam hal menulis, karena Setiap orang memiliki bakat, namun jarang bakat itu disertai keberanian untuk mengeksplorasi bakat tersebut semaksimal mungkin.
Reference From Book ‘Genius Menulis’  -Faiz Manshur-

No comments:

Post a Comment